Archive for Juni 2016

Membuat Daftar Pustaka

Pengertian Daftar Pustaka
Daftar Pustaka merupakan daftar yang tercantum secara spesifik dari berbagai buku yang dijadikan sumber referensi baik dari buku atau karya ilmuah yang bersangkutan.
Fungsi Daftar Pustaka
a. Sebagai salah satu cara untuk memberikan berbagai referensi yang berhubungan bagi pembaca untuk melakukan sebuah kajian lanjutan maupun kajian ulang yang berhubungan dengan tema buku tersebut.
b. Sebagai sebuah bentuk apresiasi terhadap penulis baik penulis buku maupun karya tulis atas karyanya yang telah memberikan manfaat dan peranan terhadap penulisan sebuah buku atau karya tulis.
Peran Daftar Pustaka
a. Sebagai penggambaran dari sumber tulisan yang diperoleh
b. Sebagai peninjauan tentang pengetahuan, pengalaman, bahkan pertanggungjawaban penulis buku rujukan tersebut
c. Untuk mengantisipasi tuduhan plagiasi intelektual

Baca juga :
Cara Menuliskan Nama Gelar dan Singkatan yang Sesuai EYD
Cara Menulis Catatan Kaki (Footnote) yang Benar
Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Membuat Makalah

Penulisan Daftar Pustaka yang diambil dari Buku


Unsur-unsur yang digunakan adalah:

a. Nama Penulis diikuti tanda titik (.)
b. Tahun Terbit diikuti tanda titik (.)
c. Judul buku ditulis miring (italic) diikuti tanda titik (.)
d. Kota penerbit diikuti tanda titik dua (:)
e. Nama perusahaan penerbit diikuti tanda titik (.)

Contoh : Mustava Wijayakusuma. 2009. Mukjizat Air Putih. Yogjakarta: Data Media.

Hal-hal yang perlu diperhatikan:

a. Tulis nama penulis sesuai dengan huruf alfabet (A-Z).
b. Apabila nama penulis sama namun judul buku berbeda, maka dibawah nama diberi tanda garis panjang sebanyak 10 sekaligus mengurutkan tahun yang lama ketahun yang lebih baru.

Contoh: Mustava Wijayakusuma. 2009. Mukjizat Air Putih. Yogjakarta: Data Media.
__________. 2010. Khasiat Air Putih. Yogjakarta: Data Media.

c. Apabila mendapatkan buku dengan dua penulis, maka nama kedua penulis tersebut di tulis semua.

Contoh : Suharsimi Arikunto dan Cepi Safruddin Abdul Jabar. 2010. Evaluasi Program Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

d. Jika nama penulis banyak (lebih dari satu orang), maka penulis utama yang dicantumkan kemudian diberi tanda koma dan diikuti dkk (dan kawan-kawan).

Contoh: Zuhdi, dkk. 2008. Cara Menulis Buku. Malang: Rena Press.

e. Jika penulis buku orang asing, maka penulisan namanya dibalik dan diikuti tanda koma. Hal ini dikarenakan nama asing meletakkan nama sendiri di belakang nama keluarga atau nama marga.

Contoh : Harrison, P. 1987. The Greening of Africa. Penguin Books: New York.
Baca juga :
5 Kesalahan Yang Wajib Dihindari Bagi Guru Di Sekolah
Penting ! 4 Cara Mengenalkan Pendidikan Seks Usia Balita
6 Tips Yang Dapat Kamu Lakukan Untuk Mengusir Rasa Kantuk Di Kelas
4 Cara Agar Anak Mau Mengakui Kesalahannya
3 Karakter Pada Anak Dan Cara Menghadapinya
4 Cara Mendidik Anak Perempuan Menjadi Sholehah
Empat Karakteristik Guru Yang Efektif

Penulisan Daftar Pustaka yang diambil dari Penelitian


Dalam penulisan daftar pustaka yang diambil dari penelitian (jurnal, skripsi, tesis, dll) hampir sama dengan penulisan yang diambil dari buku. Namun letak perbedaannya hanya menambahkan jenis penelitian dengan diikuti tanda kurung.

Unsur-unsur yang digunakan adalah:

a. Nama Penulis diikuti tanda titik (.)
b. Tahun Terbit diikuti tanda titik (.)
c. Judul penelitian ditulis miring (italic) dan ditambah jenis penelitian diikuti tanda kurung kemudian tanda titik (.)
d. Kota penerbit diikuti tanda titik dua (:)
e. Nama Perguruan Tinggi diikuti tanda titik (.)

Contoh : Iffah Mardiyati. 2011. Pengaruh Motivasi dan Kompetensi terhadap Kinerja Guru di Mediasi Komitmen Sekolah Studi Kasus di SMK Negeri se-Kecamatan Pati (Tesis). Semarang: Universitas STIKUBANK.
Penulisan Daftar Pustaka yang diambil dari Artikel


Artikel yang dimaksud dapat diambil dari internet maupun majalah atau media cetak lainnya.

Untuk artikel dari Majalah unsur-unsur yang digunakan adalah:

a. Nama Penulis diikuti tanda titik (.)
b. Tahun Terbit diikuti tanda titik (.)
c. Judul artikel ditulis miring (italic) diikuti kata dalam majalah
d. Dilanjutkan nama Media Cetak ditulis miring (italic), edisi lengkap dengan tanggal, bulan dan tahun diikuti tanda titik (.)

Contoh : Djaali. 2007. Peningkatan Mutu Pendidikan Nasional Melalui Program Sertifikasi dalam majalah Buletin BSNP Edisi Mei 2007.

Untuk artikel dari Internet unsur-unsur yang digunakan adalah:

a. Nama Penulis diikuti tanda titik (.)
b. Tahun Terbit diikuti tanda titik (.)
c. Judul artikel ditulis miring (italic) diikuti tanda titik (.)
d. Alamat website lengkap dengan tanggal, bulan, tahun dan waktu mengakses atau mendownload diikuti tanda titik (.)

Contoh : Ahmad Syaifudin. 2015. Hal-hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Membuat Makalah. www.tipspendidikan.site/2015/04/hal-hal-yang-perlu-diperhatikan-dalam.html, 14 April 2015.

Tambahan:
a. Apabila daftar pustaka tidak ditemukan, maka
- Nama diganti dengan anonym
- Tahun diganti dengan tanpa tahun
b. Sebaiknya pisahkan daftar pustaka dari buku dan internet atau media cetak.
c. Gelar tidak diikutkan dalam penulisan daftar pustaka

Sumber: http://www.tipspendidikan.site/2015/04/cara-menulis-daftar-pustaka-yang-baik.html

Kalimat Aktif dan Pasif

1. Kalimat Aktif

Secara singkat, pengertian kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya melakukan pekerjaan (predikat). Berdasarkan keberadaan objeknya, kalimat ini dibagi menjadi dua jenis, yaitu kalimat aktif transitif dan intransitif.
Contoh kalimat aktif:

– Ayah membawa koper.

– Ibu melipat baju.

– Umar membaca koran.

– Risma menyapu halaman.

– Dudung sedang menunggu Pak Somad.

– Jarwo memarahi Sopo.

– Deni membeli buku.

– Ani menaruh tas di ruang tamu.
Kalimat Aktif Transitif

Dalam suatu kalimat, ada yang mengharuskan adanya objek, ada juga yang tidak. Kalimat aktif yang harus ada objeknya disebut kalimat aktif transitif.
– Ibu memasak kangkung.

– Azmi memainkan layang-layang.

– Desi melihat kereta api.

– Rendi menduduki sebuah batu.

– Dian sedang mengerjakan tugas.

– Komar sedang memperbaiki sepeda.

– Asep menangkap bola.

– Ferdi mengendarai mobil.
Kalimat Aktif Intransitif

Kalimat aktif intransitif tidak bisa diubah menjadi kalimat pasif. Hal ini karena keberadaan objek dalam kalimat ini tidak diperlukan. Dengan kata lain, kalimat ini bisa berdiri tanpa adanya objek.
– Orang itu sedang mengamen.

– Ia sedang tidur di kamarnya.

– Adi bermain kelereng.

– Ia menangis tersedu-sedu.

– Ia berkelahi dengan temannya.

– Udin bertanya kepada Pak Usman.

– Agus berlari.

2. Kalimat Pasif

Kalimat pasif merupakan kalimat yang subjeknya dikenai pekerjaan. Seperti halnya kalimat aktif, kalimat pasif juga dibagi menjadi dua jenis, yakni kalimat pasif transitif dan intransitif.
Contoh kalimat pasif:

– Buku itu sedang dibaca oleh Rani.

– Kangkung dimasak Sari.

– Para murid diberi tugas.

– Mobil yang rusak itu telah diperbaiki oleh karyawan Pak Ali.

– Kursi itu diduduki oleh Pak Usman.

– Pak Joko sedang ditunggu Kepala Sekolah.

– Ia dipecat dari kantornya.
Kalimat Pasif Transitif

Kalimat pasif transitif merupakan kalimat pasif yang mempunyai objek.
– Buku itu dibawa Tini.

– Ruangan kelas sedang dibersihkan para siswa.

– Sepeda milik Adi sudah diperbaiki ayahnya.

– Ia terkena malaria.

– Ruangan itu sedang mereka bersihkan.
Kalimat Pasif Intransitif

Kalimat Pasif intransitif merupakan kalimat pasif yang tidak mempunyai objek.
– Joko Widido telah dilantik menjadi presiden.

– Bangunan itu telah lama dibangun.

– Ia terlena akan kekayaanya.

– Rumah itu sedang diperbaiki.

– Hewan itu terdampar di tepi sungai.

Sumber: http://www.terpelajar.com/contoh-kalimat-aktif-dan-kalimat-pasif/

Macam-macam Majas

Macam macam Majas


Secara garis besar majas terdiri atas empat macam majas yang tiap-tiap macamnya terdiri dari beberapa jenis majas turunan,

Majas terdiri dari :

1). Majas Perbandingan;
2). Majas Pertentangan;
3). Majas Sindiran;
4). Majas Penegasan.

1. Majas Perbandingan


Pengertian Majas Perbandingan adalah kata-kata berkias yang menyatakan perbandingan untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca. Jika diperhatikan dari cara pengambilan perbandingannya, Majas Perbandingan terbagi atas:
1) Asosiasi atau Perumpamaan

Majas asosiasi atau perumpamaan adalah perbandingan dua hal yang pada hakikatnya berbeda, tetapi sengaja dianggap sama. Majas ini ditandai oleh penggunaan kata bagai, bagaikan, seumpama, seperti, dan laksana.
Contoh :
a) Semangatnya keras bagaikan baja.
b) Mukanya pucat bagai mayat.
c) Wajahnya kuning bersinar bagai bulan purnama

2) Metafora

Metafora adalah majas yang mengungkapkan ungkapan secara langsung berupa perbandingan analogis.
Me·ta·fo·ra /métafora/ : Pemakaian kata atau kelompok kata bukan dengan arti yang sebenarnya, melainkan sebagai lukisan yang berdasarkan persamaan atau perbandingan, misalnya tulang punggung dalam kalimat pemuda adalah tulang punggung negara
Contoh:
a) Engkau belahan jantung hatiku sayangku. (sangat penting)
b) Raja siang keluar dari ufuk timur
c) Jonathan adalah bintang kelas dunia.
d) Harta karunku (sangat berharga)
e) Dia dianggap anak emas majikannya.
f) Perpustakaan adalah gudang ilmu.

3) Personifikasi

Personifikasi adalah majas yang membandingkan benda-benda tak bernyawa seolah-olah mempunyai sifat seperti manusia.
Contoh:
a) Badai mengamuk dan merobohkan rumah penduduk.
b) Ombak berkejar-kejaran ke tepi pantai.
c) Peluit wasit menjerit panjang menandai akhir dari pertandingan tersebut.

4) Alegori

Alegori adalah Menyatakan dengan cara lain, melalui kiasan atau penggambaran.
Alegori: majas perbandingan yang bertautan satu dan yang lainnya dalam kesatuan yang utuh. Contoh: Suami sebagai nahkoda, Istri sebagai juru mudi
Alegori biasanya berbentuk cerita yang penuh dengan simbol-simbol bermuatan moral.
Contoh:
Perjalanan hidup manusia seperti sungai yang mengalir menyusuri tebing-tebing, yang kadang-kadang sulit ditebak kedalamannya, yang rela menerima segala sampah, dan yang pada akhirnya berhenti ketika bertemu dengan laut.

5) Simbolik

Simbolik adalah majas yang melukiskan sesuatu dengan
mempergunakan benda, binatang, atau tumbuhan sebagai simbol atau lambang.
Contoh:
a) Ia terkenal sebagai buaya darat.
b) Rumah itu hangus dilalap si jago merah.
c) Bunglon, lambang orang yang tak berpendirian
d) Melati, lambang kesucian
e) Teratai, lambang pengabdian

6) Metonimia

Metonimia adalah majas yang menggunakan ciri atau lebel dari sebuah benda untuk menggantikan benda tersebut.Pengungkapan tersebut berupa penggunaan nama untuk benda lain yang menjadi merek, ciri khas, atau atribut.
Contoh:
a) Di kantongnya selalu terselib gudang garam. (maksudnya rokok gudang garam)
b) Setiap pagi Ayah selalu menghirup kapal api. (maksudnya kopi kapal api)
c) Ayah pulang dari luar negeri naik garuda (maksudnya pesawat)

7) Sinekdok

Sinekdok adalah majas yang menyebutkan bagian untuk menggantikan benda secara keseluruhan atau sebaliknya. Majas sinekdokhe terdiri atas dua bentuk berikut.
a) Pars pro toto, yaitu menyebutkan sebagian untuk keseluruhan.
Contoh:
(a) Hingga detik ini ia belum kelihatan batang hidungnya.
(b) Per kepala mendapat Rp. 300.000.
b) Totem pro parte, yaitu menyebutkan keseluruhan untuk sebagian.
Contoh:
(a) Dalam pertandingan final bulu tangkis Rt.03 melawan Rt. 07.
(b) Indonesia akan memilih idolanya malam nanti.
8. Simile

Pengungkapan dengan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan penghubung, seperti layaknya, bagaikan, " umpama", "ibarat","bak", bagai".
Contoh:
Kau umpama air aku bagai minyaknya, bagaikan Qais dan Laila yang dimabuk cinta berkorban apa saja.()


2. Majas Pertentangan



Majas Pertentangan adalah “Kata-kata berkias yang menyatakan pertentangan dengan yang dimaksudkan sebenarnya oleh pembicara atau penulis dengan maksud untuk memperhebat atau meningkatkan kesan dan pengaruhnya kepada pembaca atau pendengar”. Jenis-jenis Majas Pertentangan dibedakan menjadi berikut.

1) Antitesis

Antitesis adalah majas yang mempergunakan pasangan kata yang berlawanan artinya.
Contoh:
a) Tua muda, besar kecil, ikut meramaikan festival itu.
b) Miskin kaya, cantik buruk sama saja di mata Tuhan.

2) Paradoks

Paradoks adalah majas yang mengandung pertentangan antara pernyataan dan fakta yang ada.
Contoh;
a) Aku merasa sendirian di tengah kota Jakarta yang ramai ini.
b) Hatiku merintih di tengah hingar bingar pesta yang sedang berlangsung ini.

3) Hiperbola

Majas hiperbola adalah majas yang berupa pernyataan berlebihan dari kenyataannya dengan maksud memberikan kesan mendalam atau meminta perhatian.
Contoh:
a) Suaranya menggelegar membelah angkasa.
b) Tubuhnya tinggal kulit pembalut tulang.

4) Litotes

Litotes adalah majas yang menyatakan sesuatu dengan cara yang berlawanan dari kenyataannya dengan mengecilkan atau menguranginya. Tujuannya untuk merendahkan diri.
Contoh:
a) Makanlah seadanya hanya dengan nasi dan air putih saja.
b) Mengapa kamu bertanya pada orang yang bodoh seperti saya
ini?()


3. Majas Sindiran


Majas Perbandingan ialah kata-kata berkias yang menyatakan sindiran untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca”. Majas sindirian dibagi menjadi:

1) Ironi

Ironi adalah majas yang menyatakan hal yang bertentangan denganmaksud menyindir.
Contoh:
a) Ini baru siswa teladan, setiap hari pulang malam.
b) Bagus sekali tulisanmu sampai tidak dapat dibaca.

2) Sinisme

Sinisme adalah majas yang menyatakan sindiran secara langsung.
Contoh :
a) Perkataanmu tadi sangat menyebalkan, tidak pantas diucapkan oleh orang terpelajar sepertimu.
b) Lama-lama aku bisa jadi gila melihat tingkah lakumu itu.

3) Sarkasme

Sarkasme adalah majas sindiran yang paling kasar. Majas ini biasanya diucapkan oleh orang yang sedang marah.
Contoh:
a) Mau muntah aku melihat wajahmu, pergi kamu!
b) Dasar kerbau dungu, kerja begini saja tidak becus!()



4. Majas Penegasan


Majas Perbandingan ialah kata-kata berkias yang menyatakan penegasan untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca”. Majas penegasan terdiri atas tujuh bentuk berikut.

1) Pleonasme

Pleonasme adalah majas yang menggunakan kata-kata secara berlebihan dengan maksud menegaskan arti suatu kata.
Contoh:
a) Semua siswa yang di atas agar segera turun ke bawah.
b) Mereka mendongak ke atas menyaksikan pertunjukan pesawat tempur.

2) Repetisi

Repetisi adalah majas perulangan kata-kata sebagai penegasan.
Contoh:
a) Dialah yang kutunggu, dialah yang kunanti, dialah yang kuharap.
b) Marilah kita sambut pahlawan kita, marilah kita sambut idola kita, marilah kita sambut putra bangsa.

3) Paralelisme

Paralelisme adalah majas perulangan yang biasanya ada di dalam puisi.
Contoh:
Cinta adalah pengertian
Cinta adalah kesetiaan
Cinta adalah rela berkorban

4) Tautologi

Tautologi adalah majas penegasan dengan mengulang beberapa kali sebuah kata dalam sebuah kalimat dengan maksud menegaskan. Kadang pengulangan itu menggunakan kata bersinonim.
Contoh:
a) Bukan, bukan, bukan itu maksudku. Aku hanya ingin bertukar pikiran saja.
b) Seharusnya sebagai sahabat kita hidup rukun, akur, dan bersaudara.

5) Klimaks

Klimaks adalah majas yang menyatakan beberapa hal berturutturut dan makin lama makin meningkat.
Contoh:
a) Semua orang dari anak-anak, remaja, hingga orang tua ikut antri minyak.
b) Ketua Rt, Rw, kepala desa, gubernur, bahkan presiden sekalipun tak berhak mencampuri urusan pribadi seseorang.

6) Antiklimaks

Antiklimaks adalah majas yang menyatakan beberapa hal berturutturut yang makin lama menurun.
a) Kepala sekolah, guru, dan siswa juga hadir dalam acara syukuran itu.
b) Di kota dan desa hingga pelosok kampung semua orang merayakan HUT RI ke -62.

7) Retorik

Retorik adalah majas yang berupa kalimat tanya namun tak memerlukan jawaban. Tujuannya memberikan penegasan, sindiran, atau menggugah.
Contoh:
a) Kata siapa cita-cita bisa didapat cukup dengan sekolah formal saja?
b) Apakah ini orang yang selama ini kamu bangga-banggakan ?()

Sumber: http://www.kopi-ireng.com/2014/10/macam-macam-majas.html

Kalimat Tunggal

Apakah yang dimaksud dengan kalimat tunggal? Kalimat tunggal adalah kalimat yang hanya memiliki satu struktur saja dengan pola yang sederhana, yaitu hanya memiliki subjek (S), dan predikat (p) saja. Namun, dalam beberapa hal sering kali ditemukan unsur objek (O), dan keterangan (K).

Dari segi kalimatnya, kalimat tunggal hanya memiliki satu aksi atau peristiwa. Tidak seperti kalimat majemuk yang memiliki dua buah aksi atau lebih di dalamnya. Oleh karena itu, kalimat tunggal tidak memiliki konjungsi baik itu konjungsi intra kalimat maupun tanda baca koma di dalamnya.

Kalimat tunggal ini sering sekali kita temukan atau dengar dalam kehidupan sehari-hari. Biasanya kalimat-kalimat tunggal digunakan pada kalimat perintah, tanya, dan ada kalanya kalimat statement.

JENIS-JENIS KALIMAT TUNGGAL

Kalimat tunggal memiliki beberapa jenis diantaranya adalah kalimat nominal, verbal, adjektiva, numeral dan prepositional. Berikut ini adalah pembahasan lengkap mengenai jenis-jenis kalimat tunggal beserta contohnya.

1. Kalimat Tunggal Nominal

Kalimat tunggal nominal adalah kalimat tunggal yang menggunakan kata benda sebagai predikat di dalam kalimat.

Contoh:

Kakakku seorang pemain basket di sekolahnya.
S P O

Bayangan hitam itu adalah kucing.
S P

Benda itu adalah wadah pembungkus makanan.
S P

2. Kalimat Tunggal Verbal

Kalimat tunggal verbal adalah kalimat tunggal yang menggunakan kata kerja sebagai predikat di dalam kalimat.

Contoh:

Andika makan dengan cepat.
S P K

Shinta melukis pemandangan.
S P O

Dewi mengendarai sepeda motor dengan hati-haati.
S P O K

3. Kalimat Tunggal Adjektival

Kalimat tunggal adjektival adalah kalimat yang menggunakan kata sifat atau adjektiva sebagai predikat di dalam kalimat.

Contoh:

Jalanan itu luas .
S P

Andika sangat baik kepada semua orang.
S P O

Rumah Andi sangat bagus sekali.
S P

4. Kalimat Tunggal Numeral

Kalimat Tunggal Numeral adalah kalimat tunggal yang menggunakan kata bilangan sebagai predikatnya di dalam sebuah kalimat.

Contoh:

Orang yang sakit ada 3 orang.
S P

Buku itu hanya ada 2 buah saja.
S P

Kambingku tinggal satu ekor saja.
S P

5. Kalimat Tunggal Prepositional

Kalimat tunggal prepositional adalahh kalimat tunggal yang menggunakan prepositional atau kata depan sebagai predkatnya di dalam kalimat.

Contoh:

Pemain bola dari Indonesia.
S P

Burung itu sedang di dalam sangkar.
S P

Andika ke Jakarta hari ini.
S P K.

CONTOH KALIMAT TUNGGAL

Setelah membaca pengertian dan jenis-jenis kalimat tunggal di atas, tentunya Anda sudah memahami kalimat tunggal. Nah, berikut ini adalah contoh-contoh kalimat tunggal. Tugas Anda adalah tentukan ke dalam jenis apakah kaimat-kalimat tunggal berikut ini!

1. Ibu Andi adalah seorang guru di SMAN 1 Kota Bumi.
2. Shinta adalah kakak dari Ade.
3. Orang asing itu ternyata kenalan lamaku.
4. Dewi adalah siswa terpintar di sekolah kami.
5. Benda yang berwarna hitam itu adalah bungkus sepatu.
6. Andika berlari dengan sangat kencang.
7. Ayah membelikan Adik sepeda.
8. Ibu memasak di dapur.
9. Bayi itu menangis dengan sangat kencang.
10. Pemburu menembak buruannya dengan tepat sasaran.
11. Rumah Budi sangat luas dan megah.
12. Penampilan Shinta sangat menarik sekali malam ini.
13. Jarak ke sekolah dari rumahku sangat jauh sekali.
14. Pasar akan sangat ramai di hari minggu.
15. Ani sangat jahil kepada semua orang.
16. Dia sangat ramah.
17. Rumahku ada 3 buah di kota ini.
18. Uang yang tersisa hanya 10 ribu rupiah.
19. Buku bahasa Indonesia hanya ada 3 buah.
20. Kakakku tingga dia seorang.
21. Jarak tempat itu ribuan mil dari rumahku.
22. Aku sudah berjam-jam berada di sini.
23. Paman dari Jakarta membawa oleh-oleh.
24. Dika ke luar negeri bersama orang tuanya.
25. Benda itu di tempat yang aman.
26. Buku bahasa Indonesiaku di atas meja.
27. Kotak hitam itu di bawah meja belajarku.
28. Oleh-oleh itu dari paman.

Sumber: http://kakakpintar.com/contoh-kalimat-tunggal-dan-pengertiannya-adalah/

Contoh Karangan Narasi Pendek

KARANGAN NARASI PENDEK

Berkunjung ke Rumah Paman

Liburan sekolah tahun tahun lalu, Aku, bersama ayah, ibu dan adik saya pergi ke Kota Bandung. Kami mengunjungi rumah paman yang bertempat tinggal di sana sekaligus liburan bersama suadara sepupuku, Shinta dan Jojo.

Perjalanan dari kotaku memakan waktu kurang lebih 2 jam dengan menggunakan pesawat. Setelah sampai di sana, sepupuku mengajak aku dan adikku untuk berkeliling kota. Kami mengunjungi Banyak sekali tempat – tempat unik dan menarik yang merupakan ciri khas Kota Bandung. Tempat pertama yang kami datangi adalah Trans Studio Bandung. Tempat ini adalah wahana permainan indoor terbesar yang ada di Asia. Di sana kami bermain dengan riang dan gembira mencoba menaiki beberapa wahana seru, seperti roller coster, dan lain – lain.

Tidak terasa dua jam sudah kami menghabiskan waktu di dalam trans studio Bandung. Setelah puas, kami pun mencari tempat untuk makan siang dan kemudian begegas pulang karena hari sudah sore.

Sumber: http://kakakpintar.com/contoh-karangan-narasi-pendek-dan-panjang-terbaru/

Contoh Karangan Narasi Panjang

KARANGAN NARASI PANJANG

Akibat Bangun Kesiangan

Sinar mentari pagi menerobos masuk melewati sela – sela jendela kamarku. Sinar itu menyinari wajahku hingga aku terbangun. Aku pun membuka matak dengan sangat berat dan melihat ke arah jam dinding yang ada di kamarku. Seketika itu juga aku terkejut, ku lihat jam telah menunjukan pukul 06.30 WIB. Dengan cepat aku melompat dari tempat tidur langsung menuju kamar mandi. Ketika sampai di pintu kamar mandi, aku terpeleset kain basah yang ada di bawah, beruntung aku tidak jatuh dan mencederai tubuhku.

Setelah mandi, aku segera berpakaian sekolah dengan rapih. Kemudian, aku sarapan pagi bersama ayah dan ibuku. Sesudahnya aku pamit kepada kedua orang tuaku dan langsung berangkat menuju sekolah dengan mengendarai sepeda motorku. Jarak dari sekolah ke rumahku tidak begitu jauh sehingga hanya sekitar 15 menit aku telah sampai di sekolah. Beruntung aku tidak terlambat, pikirku. Aku pun langsung menuju kelasku. Setibanya di sana, kulihat semua teman – teman sedang bersiap – siap mengikuti upacara.

Kemudian aku juga ikut mempersiapkan diri untuk mengikuti upacara. Namun, ketika aku mencari topiku di dalam tas, betapa terkejutnya aku ternyata topiku tidak ada di sana. Aku pun mulai panik. Terbayang sudah aku akan dihukum berdiri sendiri di depan lapangan upacara dan ditertawai oleh teman – teman. Karena aku tidak mau kena hukum, aku berniat mengambil topiku yang tertinggal di dalam rumah. Kulihat pula jam masih menunjukan pukul 07. 00 wib. Aku pikir masih ada waktu bagiku untuk pulang ke rumah.

Aku pun pulang kembali ke rumah. Setelah mengambil topi, aku kembali ke sekolah. Ku pacu sepeda motorku dengan sangat kencang. Namun, di tengah perjalanan motorku tiba – tiba berhenti mendadak. Aku pun semakin panik, setelah aku periksa, motorku ternyata kehabisan bensin. Terpaksa aku mendorongnya sambil mencari penjual bensin terdekat. Beruntung, aku menemukan pom bensin tidak jauh dari tempat motorku mogok. Kemudian aku membeli bensin dan langsung memacu sepeda motorku.

Setelah sampaidi sekolah, semua murid telah berkumpul di lapangan upacara. Ternyata upacara baru saja akan dimulai. Aku berlari menuju ke lapangan upacara dan berbaris bersama teman – temanku. Aku pun menjadi lega karena sudah memiliki topi dan siap untuk upacara. Ketika upacara berlangsung, guru bk mengadakan razia memeriksa kerapian dan kelengkapan semua siswa. Aku pun tenang, pikirku aku tidak akan kena hukuman.

Namun, tidak di sangka guru BK menghampiriku dan mencatat namaku. Ternyata aku tidak memakai ikat pinggang. Senyum yang tersembul dari pipiku tiba – tiba menghilang. Aku lupa bahwa aku belum melepaskan ikat pinggang yang masih menempel di celana pramuka. Aku pun pasrah menerima hukuman yang akan aku terima.

Sehabis upacara, guru BK mengumpulkan semua siswa yang telah tercatat. Ada sekitar sepuluh orang siswa termasuk aku yang terjaring razia kali ini. Kami semua dibariskan menghadap tiang bendera selama sepuluh menit. Setelah itu, guru bk datang dan menceramahi kami. Aku hanya bisa mendengarkan perkataannya. Lalu, kami pun mendapat hukuman untuk membershihkan toilet sekolah.

Tanpa bisa menghindar aku menghabsikan waktu dua jam pelajaran dengan membersihkan toilet pria yang terkenal sangat bau tersebut. Aku pun menyadari bahwa segala sesuatu yang tidak dipersiapkan akan membawa bencana. Oleh karena itu, sejak saat itu aku selalu mempersiapkan atribut sekolah sebelum tidur malam.

Sumber: http://kakakpintar.com/contoh-karangan-narasi-pendek-dan-panjang-terbaru/

Contoh pantun jenaka

CONTOH PANTUN JENAKA


Sianak bermain dalam kubangan
bersama sapi dan kambing domba
enak sungguh gembala makan
tiada diingat lumpur dimuka

Tiup seruling sianak gembala
berjalan pelan buntut bergoyang
ingat pulang hari dah senja
takut ibu hatinya bimbang

Anak gembala tidak berbaju
membawa senjata ketapel getah
sapi meruput anak berburu
berburu burung siburung unta

Badannya hitam rambutnya botak
membawa teman mencari rumput
anak gembala slalu bertindak
dikejar macan tersangkut sangkut

Riuh bernyanyi ditengah ladang
menyanyi tembang anak jalanan
diujung gunung mata memandang
menghayal jadi seorang juragan

Kisah cinta siti nurbaya
dongeng dibawah dari sumatera
dengar cerita baring ditanah
anak gembala tertidur sudah

Sumber: http://pantunseribu.blogspot.com/2014/10/contoh-pantun-cinta-nasehat-jenaka-agama.html

Contoh Pantun Cinta

CONTOH PANTUN CINTA


Untaian kasih kanda berikan
sebuah makna kanda ucapkan
rindu tak dapat kanda lepaskan
hasrat smakin membara kurasakan

Tiada kata tiada ucapan
tersekat lidah diam sendiri
melamun jauh tidak terhentikan
yang dilamun mungkin tak mengerti

Bujur kulepas melesat sianak panah
terbang sasaran mencari arah
tiap hari resah dan gelisah
menanti fajar asmara gelorah

Terbang tinggi siburung elang
terbang mencari ikan di laut
terbang pikiran jiwa melayang
tiada singgah hati terpaut

Rindu gelisah entah mengapa
hati berdetak ingin bertanya
kepada siapa dan bagaimana
asrama datang saat seketika

Layang layang selayang pandang
putus benang terbang melayang
tiap waktu selalu terbayang
rasa berdebar hinga tak tenang

Kata cinta tiada kuduga
jatuh karena hatiku suka
mungkin dikau merasakan sama
diam dalam sribu bahasa

Sumber: http://pantunseribu.blogspot.com/2014/10/contoh-pantun-cinta-nasehat-jenaka-agama.html
...

Cara Membuat Resensi Film

Resensi sendiri berasal dari bahasa Latin, yaitu ‘revidere’ atau ‘recensere’, yang artinya melihat kembali, menimbang atau menilai. Dalam bahasa Belanda dikenal dengan istilah ‘recensie’. Sedangkan dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah ‘review’. Nah, berdasarkan uraian singkat di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa resensi merupakan kupasan atau bahasan tentang buku, film, atau drama yang biasanya disiarkan melalui media massa.

Membuat resensi film itu susah-susah gampang. Karena, saat si resensator membuat resensi, ada hal-hal yang harus dipertimbangkan. Contohnya penganalisisan produk film itu. Resensator harus jeli menganalisis film, membandingkannya dengan yang sejenis, serta mencari kelebihan dan kekurangannya. Hal-hal seperti pemainnya, tata suara, alur, effect, bahkan sutradaranya menjadi sesuatu yang diperhatikan juga. Berikut gambaran secara singkat tentang apa yang harus diperhatikan dalam membuat resensi film.

1. Kenali dulu film yang akan diresensi
Sebelum merensensi film, hendaknya kita sudah menontonnya terlebih dahulu. Sehingga penganalisisan semakin mantap dilakukan. Mulai dari tema, genre, sutradara, produser, durasi sampai pemainnya pun kamu harus tahu.
2. Membuat Sinopsis
Setelah mengetahui semua hal tentang film itu, kamu diwajibkan untuk membuat sinopsisnya atau inti sari dari film tersebut. Tapi ingat, intinya saja. Jangan sampai resensi kamu malah mengandung spoiler!
3. Menganalisis Film Secermat Mungkin
Di sini kamu dituntut untuk menjadi orang yang sangat teliti. Karena ketelitian kamu akan sangat berguna untuk proses penganalisisan. Cari kelebihan dan kekurangan film secara objektif. Gambarkan secara detail sehingga pembaca mengerti sisi bagus dan menariknya film itu. Jangan lupa bandingkan pula dengan film sejenis.

Setelah mengetahui hal yang harus diperhatikan, sekarang kita akan membahas sistematika penulisannya. So, check this out!
a) Judul Resensi.
Baiknya dipilih yang menarik sehingga membuat pembaca tertarik untuk membacanya lebih lanjut.
b) Data Film.
Termasuk di antaranya judul film, sutradara, genre, produser, durasi dan main cast.
c) Pendahuluan.
Dapat dimulai dengan pemaparan tentang sutradaranya, seperti nama dan prestasinya. Bisa pula berisi sinopsis singkat film tersebut.
d) Tubuh Resensi.
Biasanya berisi tentang sinopsis film tersebut. Tujuannya untuk memberi gambaran secara global tentang cerita film itu sendiri. Apabila di pendahuluan sinopsis telah disampaikan, maka bisa diisi dengan kelebihan dan kekurangan film.
e) Penutup.
Bagian terakhir ini biasanya berisi tentang segmentasi film. Kemudian dijelaskan pula apakah film itu memang cocok ditonton oleh sasaran yang dituju atau tidak. Bisa juga diselipkan kata cheesy, corny, twist, ensemble cast, production value, dialog cerdas, dan patut diacungi jempol.

Sumber: http://www.idseducation.com/articles/cara-singkat-membuat-resensi-film/

Resensi Buku Pintar Komputer

Keterangan buku:
Judul : Buku Pintar Komputer
Penulis : Haysim M., ST
Penerbit : Karya Pustaka
Tahun Terbit : 2008
Halaman : iv + 228
Ukuran buku : 23.5 cm x 15.5 cm

Isi resensi:
Kecanggihan teknologi sekarang ini khususnya dibidang Ilmu Komputer membuat masyarakat tertantang untuk mengikutinya. Banyaknya variasi teknologi komputer dijaman sekarang ini semakin memikat pengguna akan berbagai fungsi yang ditawarkan, hal ini jelas akan menguntungkan pihak produsen yang membuat berbagai teknologi canggih tersebut. Namun, dibalik itu semua, ada juga sekelompok orang yang merasa kehadiran berbagai teknologi canggih sebagai hambatan bagi mereka. Bagaimana tidak, mereka tampaknya enggan untuk “berkenalan” bahkan sekedar untuk mencoba fitur-fitur teknologi komputer tersebut. Mereka cenderung lebih memberikan kepada mereka yang sudah ahli dibidangnya, padahal kita sendiri pun bisa melakukannya.

“BUKU PINTAR KOMPUTER”adalah salah satu buku komputer yang dikarang Hasyim M., ST . Adapun beliau merupakan lulusan Universitas Gunadarma angkatan 1996. dalam buku yang berjumlah 228 halaman, dijelaskan dengan cukup mendetail komputer dari sejarah, hingga istilah-istilah pada komputer. Dimulai dari bab 1 yang berisi “Definisi & Sejarah komputer”. Pada bagian ini akan dijelaskan secara lengkap definisi komputer, sejarah komputer, sampai jenis-jenis komputer.

Beralih ke bab 2, menjelaskan pengertian PC, perkembanagn dan jenis-jenis PC. Pada bab 3 akan dijelaskan mengenai Perangkat keras (Hardware) pada PC. Bab 4 dijelaskan berbagai peralatan input pada PC dan fungsinya. Di bab 5, penjelasan mengenai peralatan proses data pada PC. Bab 6 dan 7 menjelaskan berbagai peralatan yang digunakan untuk menampilkan hasil / output dan peralatan aksesoris untuk mendukung kerja PC. Di bab 8 kita akan menemukan pengertian dari perangkat lunak (software), beserta perkembangannya hingga sekarang. Bagi anda yang ingin membeli komputer, bisa dibaca panduannya di bab 9 dan 10., disana akan diulas secara lengkap bagaimana membeli komputer sebanding dengan kebutuhan yang kita inginkan. Nah, untuk anda yang telah membeli berbagai hardware, dan berkeinginan untuk merakit sendiri hardware-hardware dan menginstal dengan OS yang diinginkan, anda bisa membaca bab 11 dan 12. Disitu akan dipandu cara-cara merakit hardware dan kemudian menginstalnya dengan OS (Operating System) yang ada. Sampai bab 17, kita akan disuguhi dengan Jaringan Komputer, Tip & Trik PC, Laptop, Virus komputer dan berbagai istilah komputer.

Setelah membaca buku ini, kita akan menemukan beberapa kelebihan. Adapun kelebihan dari buku ini adalah, penjelasannya yang menurutku lumayan lengkap dan jelas, sehingga orang awam pun yang tidak mengetahui seluk-beluk Teknologi Komputer dapat mengerti dengan baik, ditambah dengan adanya berbagai gambar dan tabel pendukung, semakin menambah wawasan pembaca dibidang TI. Selain itu, bahasa yang digunakan tidak bertele-tele, dalam artian buku ini langsung mengajak pembaca untuk mengenal langsung Teknologi Komputer. Tapi ada 1 hal yang sangat disayangkan, sekaligus menjadi kekurangan, yaitu semua gambar di buku ini tidak bewarna. Akan lebih baik jika semua gambar dalam buku ini bewarna, jadi semakin menambah ketertarikan bagi para pembaca untuk membaca buku ini.

Jika menilik dari isi buku ini, sangat cocok untuk dibaca oleh siapapun, terlebih oleh orang-orang yang merasa awam dan tidak pahan akan dunia Teknologi komputer. Bahasanya yang mudah dicerna pasti akan membuat buku ini semakin disukai siapapun.

Sumber: https://4nthon1u5.wordpress.com/2012/05/30/resensi-buku-buku-pintar-komputer/

Kerangka Surat

kerangka surat resmi:
1. Kepala surat
2. tempat & tanggal surat
3. No. Surat
4. Lampiran surat
5. perihal surat
6. alamat surat
7. Salam pembuka
8. Isi surat(pembuka, isi, penutup)
9. Salam penutup.
10. Tanda tangan
11. Nama terang
12. Tembusan

Kerangka surat lamaran pekerjaan:
1. tempat & tanggal surat
2. hal
3. lampiran
4. alamat
5. salam pembuka.
6. isi surat(pembuka, isi, penutup)
7. salam penutup
8. nama, tanda tangan

Sumber: https://endless722.wordpress.com/2009/05/20/kerangka-surat/

Resensi Buku How To Draw & Create Manga For Beginner



Judul : How To Draw & Create Manga For Beginner "Let’s draw kepala dan wajah"
Penulis : Tatsumaki and friends
Penerbit : Nexx Media, Inc
Cetakan : 2, tahun 2007
Tebal : 74 halaman

Cara menggambar manga tidak jauh beda dengan cara menggambar kartun biasa, walaupun terdapat beberapa perbedaan yang mempunyai ciri khas yang cukup baku, maka dari itu judul pertama dari Let’s draw ini berisi cara-cara untuk menggambar wajah dan pembuatan komik untuk sekedar hobby.

Di dalam buku ini dibahas bagaimana bentuk kepala manusia sebelum kita mulai berlatih menggambar kepala dan wajah. Buku ini juga terdapat step by step menggambar kepala manusia dari tampak depan, samping, dan tampak sisi, serta cara menggambar bermacam-macam rambut dan ekspresi wajah yang dilengkapi dengan ilustrasinya.

Di bagian akhir buku ini juga terdapat 8 tambahan halaman yang membahas antara lain: Latihan menggambar wajah dari sudut pandang samping, atas, dan bawah, serta 60 contoh referensi ekspresi wajah.

Intermeso dan pembahasan tambahan adalah bagian pelengkap buku ini untuk menyempurnakan gambar. Buku ini disajikan dalam gaya bahasa sehari-hari yang ringan dan mudah dibaca sehingga buku ini cocok bagi para mangaka-mangaka pemula.

Secar umum, buku ini cocok bagi para mangaka atau komikus pemula yang ingin menggambar wajah dan kepala secara lengkap dan mudah.

Sumber : http://animoe-world.blogspot.com/2008/12/resensi-buku.html

Copyright © 2012-2014 Chiba Blogz
Powered by Blogger
Designed by Johanes Djogan | Re-Design by Chiba Taiki