- Back to Home »
- Tugas Softskill »
- Resensi Film Avengers: Age of Ultron
Posted by : Chiba Taiki
On : 3 Juli 2016
When Tony Stark jumpstarts a dormant peacekeeping program, things go awry and Earth’s Mightiest Heroes, including Iron Man, Captain America, Thor, The Incredible Hulk, Black Widow and Hawkeye, are put to the ultimate test as they battle to save the planet from destruction at the hands of the villainous Ultron. (Credit to Rottentomatoes)
Rating: PG-13 (for intense sequences of sci-fi action, violence and destruction, and for some suggestive comments)
Genre: Action & Adventure , Science Fiction & Fantasy
Directed By: Joss Whedon
Written By: Joss Whedon
In Theaters: May 1, 2015 Wide
In Indonesia: April 22, 2015
Runtime: 2 hr. 30 min.
Walt Disney Pictures – Official Site
Review/Resensi
Salah satu sequel The Avengers yang memang sangat ditunggu bagi penggemarnya, terutama untuk para fanboy Marvel maupun penggemar karakter komik Marvel. Para penikmat film pun menantikan film ini dengan antusiasnya saat pertama kali tayang di Indonesia, beberapa hari sebelumnya penjualan ‘Advance Ticket’ sudah dilaksanakan bagi yang ingin nonton terlebih dahulu saat penayangan reguler. Promosi yang dilakukan oleh Marvel Studio begitu sensasional dan menampilkan banyak TV Spot untuk meningkatkan hasrat menonton film ini. Setiap negara memiliki cara masing-masing untuk mempromosikan Avengers: Age of Ultron.
Dari ‘Teaser Trailer’ yang dikasih kita telah menyaksikan aksi dan cerita yang ‘dark’ beberapa cuplikan film yang bisa dibilang sangat fatal sehingga saat menonton langsung, sensasi menontonnya berkurang, kesan ‘dark’ yang ditampilkan tidak jelas mau ke arah mana. Adegan demi adegan banyak kekurangan, seakan-akan banyak sekali adegan yang dipotong. Age of Ultron merupakan film Marvel Studio dengan durasi yang lama. Dengan durasi 2 jam lebih masih belum bisa memaksimalkan cerita. Untungnya Joss Whedon mampu meminimalisir beberapa kekurangan dengan mengatur porsi setiap karakter yang ada di film dari adegan ke adegan lainnya.
Banyak beberapa plot yang tidak jelas di beberapa adegan, tidak adanya penjelasan lebih rinci saat menampilkan adegan tertentu. Contohnya saja sat Thor meminta bantuan Dr. Selvig tentang ‘mimpi’ yang Thor alami saat dipengaruhi oleh Wanda.
Sekali lagi saya telah terkecoh oleh promosi Marvel dengan melihat teaser yang sedemikian berbeda dibanding film-film Marvel sebelumnya, saat menonton langsung film sesungguhnya diberi kesan yang berbeda dan biasa saja. Sensasi yang didapat mengecewakan, walaupun meningkatnya adegan pertempuran disana-sini. Terlihat jelas kurang matangnya proses CGI di setiap pertempuran. Intro film dimulai dengan pertempuran di Sokovia, CGI terlihat ‘animated’.
Dengan budget tinggi masih belum bisa memaksimalkan cerita. Setelah menonton Age of Ultron tidak terasa puas menikmati film, hanya menampilkan keseruan pertempuran dengan Ultron. Saya yakin Marvel bisa lebih baik dari ini. Walaupun dengan banyaknya kekurangan, film ini masih bisa dinikmati dan melihat karakter baru lahir.
Dari setiap peristiwa kita bisa melihat bagaimana Age of Ultron menjadi prelude untuk film-film Marvel selanjutnya di Marvel Cinematic Universe phase 3.
Sumber: https://refinreview.wordpress.com/2015/05/19/resensi-film-avengers-age-of-ultron-2015-by-joss-whedon/

